Laman

Senin, 17 Desember 2018

Musyawarah Kabupaten PWRI Kab. Madiun

NASKAH RADIO
No.027/PUROBOYO/LPT/132/XII/2018

WAKIL BUPATI MADIUN MEMBUKA MUSKAB. PWRI
KABUPATEN MADIUN


 
Wakil Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, S.H M.A, berkenan membuka Musyawarah Kabupaten PWRI Kabupaten Madiun 2018, di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun Sabtu, 15 Desember 2018. Dihadiri oleh Ketua PWRI Jatim dan rombongan, Ketua PEPABRI Cabang Madiun, Ketua LVRI Cabang Madiun, Ketua DHC '45 Kabupaten/ Kota Madiun, Ketua PWRI Kabupaten Madiun, Persatuan Purnawirawan TNI AD, Persatuan Purnawirawan TNI AU, Persatuan Purnawirawan TNI AL, Persatuan Purnawirawan Polri, serta tamu undangan.
            Sambutan Bupati Madiun yang dibacakan oleh Wakil Bupati H. Hari Wuryanto, S.H., M.A antara lain mengatakan bahwa Musyawarah PWRI Kabupaten rutin dilaksanakan  untuk mengembangkan organisasi yang perlu adanya regulasi kepengurusan. Apalagi PWRI merupakan salah satu wadah/ organisasi yang menghimpun, membina dan memberdayakan pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) pusat dan daerah karyawan BUMN dan BUMD, Pejabat Negara dan mantan perangkat daerah.
Wakil Bupati Madiun berharap bagi ketua dan pengurus yang baru hasil musyawarah ini dapat meneruskan program-program yang baik dan mencari terobosan-terobosan baru, dalam rangka Mewujudkan Masyarakat Kabupaten Madiun yang Aman, Mandiri, Sejahtera dan Berakhlak, sesuai visi misi Bupati dan Wakil Bupati Madiun.
            Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati Madiun mengajak kepada semua yang hadir untuk  menjaga persatuan dan kesatuan dengan anggota satu dengan anggota yang lain, dimana tahun ini merupakan tahun politik yaitu secara nasional akan menyelenggarakan pemilihan legislatif dan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia pada tanggal 17 April 2019. Tingkatkan silaturahmi dengan sesama anggota dan sesama masyarakat lain dalam menjaga keamaan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Madiun dan PWRI supaya menjadi garda depan dalam mensukseskan pemilihan umum dengan cara menyalurkan aspirasinya yaitu datang ke TPS dan jangan menjadi golput. (An)


WORKSHOP MINAT BACA KAB.MADIUN SEHARI MENDONGENG


NASKAH RADIO
No.027/PUROBOYO/LPT/131/XII/2018

PEMBUKAAN WORKSHOP MINAT BACA OLEH BUPATI MADIUN


            Bupati Madiun H. Ahmad Dawami berkenan membuka Workshop Minat Baca Kabupaten Madiun di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Jumat, 14 Desember 2018. Dihadiri Staf Ahli, Para Asisten, Pimpinan OPD,  Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Madiun, Guru PAUD dan SD/MI serta Kak Seto sebagai narasumber.
            Dalam sambutannya Bupati Madiun, H. Ahmad Dawami, S.Sos menyampaikan bahwa arti penting minat baca yaitu membaca sangat penting dalam kehidupan kita, seperti halnya kalimat pertama dalam Al-Quran, Allah menyeru pada kita untuk untuk membaca atau Iqra'. Ini menunjukkan bahwa bagaimana Allah SWT telah mengutamakan kewajiban membaca bagi hamba-hambanya.
Adapun manfaat menbaca antara lain memperluas ilmu pengetahuan, menambah wawasan, menangkal hoaks. Menghindari diri dari kebodohan dan aktualisasi diri untuk modal masa depan. Sedangkan kondisi minat baca menurut UNESCO, minat baca dinyatakan sangat rendah. Berdasar hasil Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI), terutama untuk kategori kelas awal yakni kelas 1-3 Sekolah Dasar masih rendah. Hasil survey menyebutkan 85% kelas awal suka membaca buku, namun 68% menyatakan bahwa buku yang dibaca adalah buku pelajaran dan 17% membaca buku cerita. Tingkat Budaya Baca Indonesia masih rendah.
Adapun penyebab rendahnya minat baca antara lain kurang tersedianya buku bacaan yang menarik, anak-anak kurang dilatih untuk mencintai buku dan Era digital, dimana HP dan internet sudah menjadi gaya hidup dan kebutuhan hidup. Sedangkan untuk solusinya peran lembaga pendidikan adalah menyediakan buku yang menarik, peran keluarga menciptakan suasana rumah yang akrab dengan buku dan peran masyarakat yaitu mendirikan perpustakaan desa, dan membentuk komunitas literasi. Peran pemerintah daerah menyediakan buku yang bermutu dan mendekatkaan buku kepada masyarakat. Peran Bunda Baca dan Duta Baca, yaitu agar bisa menjadi "role model" dan menjadi inspirasi seluruh keluarga dan masyarakat untuk mencintai buku dan membaca, serta menjadi penggerak, motivator dan mengkampanyekan budaya baca.
             Adapun sambutan dari Ny. Penta Lianawati Ahmad sebagai Bunda Baca Kabupaten Madiun, menyampaikan bahwa membaca itu adalah jantungnya pendidikan dan pendidikan adalah urat nadi utama kehidupan. Maka dari itu harapan dari Bunda Baca mengajak kita semua untuk terus kontribusi positif dalam menumbuhkan minat baca masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, kak seto berpesan agar setiap anak diajarkan etika dan  punya sopan santun. (An)

ADVOKASI PERCEPATAN OPEN DEFECATION FREE (ODF)


NASKAH RADIO
PUROBOYO/LPT/130/XII/2018

WAKIL BUPATI MADIUN MEMBUKA
ADVOKASI PERCEPATAN OPEN DEFECATION FREE (ODF)
   
Wakil Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, S.H., M.A berkenan membuka secara resmi Advokasi dan Penggalangan Komitmen Percepatan Open Defecation Free (ODF) Kabupaten Madiun. di Pendopo Muda Graha, Selasa, 11 Desember 2018.
Hadir pada kesempatan ini anggota Forkopimda Kab. Madiun, Ketua DPRD, Sekda, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur, Kepala OPD, Staf Ahli beserta Asisten,  Kepala TP PKK Kab. Madiun beserta pengurus, Danramil, Kapolsek se-Kabupaten Madiun, Camat se-Kabupaten Madiun, Ketua TP PKK Kecamatan, Ketua TP PKK Desa/ Kelurahan, Kepala Desa/ Lurah, dan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Madiun.
            Wakil Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, menyampaikan sambutan tertulis Bupati Madiun antara lain, sebagaimana visi yang sudah ditetapkan yaitu terwujudnya Kabupaten Madiun yang aman, mandiri, sejahtera dan berakhlak. Maka untuk mewujudkan visi tersebut salah satu prioritas program pembangunan di Kabupaten Madiun adalah bidang kesehatan yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Guna mencapai tujuan tersebut Pemerintah Kabupaten Madiun berupaya meningkatkan program kesehatan masyarakat, pelayanan kesehatan, pemberantasan penyakit menular dan tidak menular serta peningkatan sumber daya kesehatan.
Tahun 2017 Presiden telah mengeluarkan Inpres Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Kegiatan dimaksudkan untuk mengajak seluruh komponen bangsa secara bersama-sama untuk melakukan tindakan yang sistematis dan terencana dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku hidup sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Salah satu aksi nyata yang telah berlangsung adalah penyediaan air minum, sanitasi, meningkatkan perilaku higienis masyarakat dengan tujuan utama menurunkan angka penyakit diare dan penyakit lain yang ditularkan melalui air dan lingkungan.
Untuk mencapai target tersebut Menteri Kesehatan telah meluncurkan strategi Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang meliputi 5 pilar, yaitu stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir,         pengelolaan air minum dan makanan di rumah tangga, pengelolaan sampah di rumah tangga dan pengelolaan limbah cair di rumah tangga.
Lebih lanjut Wakil Bupati Madiun, menyampaikan bahwa fokus dari kegiatan ini adalah dalam rangka mendukung pelaksanaan pilar 1 STBM yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan/ Open Defecation Free (ODF). Dari segi pengetahuan, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui betapa bahayanya jika buang air besar sembarangan, rendahnya pengetahuan masyarakat akan penyakit-penyakit yang dapat ditularkan melalui air sangat berpengaruh terhadap kebiasaan buang air besar mereka.
            Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati Madiun mengajak seluruh stakeholder mulai dari tingkat desa, kecamatan dan kabupaten serta seluruh masyarakat untuk berkomitmen bersama mewujudkan Kabupaten Madiun bebas buang air besar sembarangan pada tahun 2020 sehingga Kabupaten Madiun yang aman, mandiri, sejahtera dan berakhlak segera terwujud.   
( AN )

Selasa, 04 Desember 2018

BUPATI MADIUN MENYAMPAIKAN RAPERDA APBD TA. 2019

NASKAH RADIO
No.027/PUROBOYO/LPT/129/XI/2018

BUPATI MADIUN MENYAMPAIKAN RAPERDA APBD TA. 2019



            Dalam rapat paripurna DPRD Kab. Madiun yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD, H. Suwandi, S.H,  yang diikuti oleh Wakil Ketua dan Anggota DPRD,  Kamis 29 November 2018 di ruang sidang DPRD Kab.Madiun. Bupati Madiun H. Ahmad Dawami berkenan menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah Kab. Madiun tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Madiun Tahun Anggaran 2019.
Dalam nota penjelasannya Bupati Madiun menyampaikan, bahwa Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Madiun Tahun Anggaran 2019  oleh Badan Anggaran DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten Madiun telah dilaksanakan pembahasan berdasarkan tahapan-tahapan dan mekanisme yang berlaku. Pembahasan tersebut dilaksanakan dengan penuh dinamika untuk menentukan program dan kegiatan yang prioritas guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
            Kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2019 telah disusun secara efektif, efisien dan berkualitas serta berpedoman pada indikator kinerja utama daerah, RPJM serta disesuaikan dengan visi dan misi Kabupaten Madiun yang aman, mandiri, sejahtera, dan berakhlak. Tetapi karena terbatasnya anggaran maka Bupati Madiun berharap agar Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2019, dikelola dan dilaksanakan secara lebih cermat, transparan, akuntabel dan tepat sasaran.
Dalam rangka menjalankan amanat Undang-undang, kebijakan penganggaran pemerintah pusat dan daerah dilaksanakan dengan memperhatikan kewajiban pemenuhan belanja mandatori. Selanjutnya pada tahun anggaran 2019 Pemerintah Daerah melaksanakan efisiensi belanja. Dan kita harus mampu meningkatkan, menggali dan mengembangkan sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dari sisi belanja kita dituntut untuk lebih efektif dan efisien dan perlu ditingkatkan fungsi pengawasan, baik secara fungsional maupun melekat. (AN)